komunikasi sosial dan interaksi

Pada dasarnya, manusia adalah mahluk yang bergantung. Sehingga, tidak bisa hidup secara mandiri dan pasti membutuhkan orang lain untuk mengatasi kendala yang ada dalam kehidupannya sehingga manusia biasa disebut sebagai makhluk sosial. Dalam menjalani kehidupan sosial tersebut, seseorang memerlukan sebuah fasilitas serta cara untuk membantunya mempermudah dirinya untuk masuk pada ranah sosial tersebut. Interaksi dan komunikasi, merupakan ungkapan yang kemudian dapat menggambarkan cara serta komunikasi tersebut. Dikarenakan secara umum interaksi merupakan kegiatan yang memungkinkan terjadinya sebuah hubungan antara seseorang dengan orang lain, yang kemudian diaktualisasikan melalui praktek komunikasi. Dua hal tersebut mempunyai hubungan yang terikat sehingga diperlukan sebuah pemetaan untuk memahami secara mendalam.

Berbicara pada lingkup sosial, maka interaksi maupun komunikasi yang dilakukan pun akan bersifat sosial. Dalam hal ini Sigman(1987:4) mengatakan, “ Communication in this view is seen not as individual phenomenon but as a societal-level one.” Dari sini menjadi jelas bahwa komunikasi sosial merupakan sebuah kegiatan yang bergerak pada ranah sosial sebagai indikasi yang terlahir akibat terbentuknya sebuah interaksi sosial. Dikarenakan interaksi sosial, menurut Rummel “ Social Interaction are the act, action, or practice of two or more people mutually oriented towards each other’s selves, that is, any behavior that tries to affect or take account of each others subjective experiences so that the social interaction means it must be aware of each other—have each other’s self in mind”1 atau lebih mudahnya interaksi sosial adalah kegiatan yang mendapati dua orang atau lebih, saling menyesuaikan diri tentang kehidupan yang mereka miliki. Sehingga dalam interaksi sosial diharuskan terdapat rasa saling memiliki atau peduli dalam setiap diri pelaku interaksi tersebut. Hal penting lain yang menjadi poin dalam interaksi adalah bahwa ketika seseorang menganggap yang lain sebagai sebuah objek, mesin,atau hanya sebab akibat sebuah fenomena, maka tidak akan terjadi interaksi sosial.2

Sedangkan komunikasi sosial, selain merupakan kegiatan komunikasi yang dilakukan pada ranah sosial. Juga merupakan sebuah kegiatan komunikasi yang ditujukan untuk menyatukan komponen-komponen sosial yang bervariasi dan mempunyai perilaku berbeda-beda.3 Sehingga komunikasi sosial menjadi penting kedudukannya sebagaimana dijelaskan oleh Habermas yang menekankan perlunya “dibangun kondisi komunikasi yang yang menjamin sifat umum norma-norma yang dapat diterima dan menjamin otonomi warga melalui kemampuan emansipatoris, sehingga menghasilkan proses pembentukan kehendak bersama lewat perbincangan.” Dan hal ini menjadi fungsi dari komunikasi sosial yang tercipta.

Penjabaran tersebut memperlihatkan dua hal berbeda yang terlahir dari sebuah kondisi serta pelaku yang sama yaitu para individu dengan lingkungan sosialnya. Terlihat bahwa interaksi sosial adalah hal yang kemudian menjadi awal dari terbentuknya sebuah sistem sosial, dikarenakan dengan interaksilah sebuah penyatuan masyarakat dapat terbentuk, melalui perilaku yang sudah didasari oleh rasa peduli. Dengan kegiatan penyesuaian diri melalui kehidupan yang dimiliki antar anggota dalam membentuk sebuah masyarakat atau sosial. Hingga melahirkan hal baru, yang salah satunya menjadi komunikasi sosial sebagai wujud sebuah kebutuhan dari setiap individu yang telah terkumpul menjadi satu bagian dengan sebutan masyarakat.

 

  • Penjabaran diatas tentang komunikasi sosial maupun interaksi sosial, memperlihatkan hal-hal yang kemudian menjadi elemen pembentuk dari kegiatan tersebut. Komunikasi sosial, melihat dari beberapa pendapat diatas mempunyai elemen seperti aktivitas komunikasi, masyarakat, konsensus dalam masyarakat, kegiatan pertukaran pengalaman antar anggota masyarakat atau interaksi.4 Sedangkan elemen-elemen dalam interaksi sosial mencakup behavior, act, action and practice serta adanya proses pertukaran pengalaman masing pribadi. Selain itu, dalam interaksi sosial terdapat hal yang kemudian disebut sebagai manifestasi dalam arti perilaku yang spesifik yang diterima pelaku interaksi tersebut. Dan laten dalam arti dampak yang kemudian menjadi sebuah alasan yang menjelaskan pemahaman dari manifestasi interaksi tersebut. Rummel menjelaskan dalam hal ini bahwa “ moreover, thet wich defines manifest behaviors or interactions as social is a latent, an underlying towards another self.”5 Hal lain yang juga menjadi dalam komunikasi sosial maupun interaksi sosial adalah sistem sosial sebagai standar penilaian umum yang telah disepakati bersama oleh para anggota masyarakat.6 Sehingga menjadi jelas elemen-elemen apa yang membentuk kedua hal tersebut.

 

  • Riset tentang komunikasi sosial dan interaksi sosial adalah sebuah masyarakat. Maka hal yang menjadi komunikasi sosialnya adalah kesepakatan yang kemudian tercipta hingga menghasilkan sebuah hasil sebagai bukti dari kesepakatan yang sudah dibentuk. Dimana dalam proses pembuatan kesepakatan tersebut terjadi sebuah interaksi sosial antar individu dikarenakan telah dibentuknya sebuah kesepakatan sebagai bukti penyamaan atau proses saling menyesuaikan kepribadian hingga terbentuk sebuah kesepakatan bersama. Secara riilnya adalah proses rapat dalam sebuah kelompok baik besar maupun kecil yang didalamnya terjadi sebagaimana penjelasan tersebut.

Hingga, dari contoh tersebut dapat diambil suatu pemahaman bahwa interaksi sosial terjadi dalam komunikasi sosial namun, dengan interaksi sosial lah maka komunikasi sosial terbentuk.

  1. Referensi

 

Nasikun. 1985. Sistem Sosial Indonesia. Jakarta: PT Raja Grafindo

 

Giddens, Anthony dkk. 2002. Sejarah Sosiologi Dan Pemikiran.

 

Sigman, Stuart. 1987. Social Communication. New York: Lexington Books

 

http://www.hawaii.edu/powerkills/TCH.CHAP10.HTM

1 Untuk lebih jelas dapat dilihat pada http://www.hawaii.edu/powerkills/TCH.CHAP10.HTM

2 Untuk lebih jelas dapat dilihat pada http://www.hawaii.edu/powerkills/TCH.CHAP10.HTM

3 Sigman, Stuart. 1987. Social Communication. New York: Lexington Books

4 Sigman, Stuart. 1987. Social Communication. New York: Lexington Books

5 Untuk lebih jelas dapat dilihat pada http://www.hawaii.edu/powerkills/TCH.CHAP10.HTM

6 Nasikun. 1985. Sistem Sosial Indonesia. Jakarta: PT Raja Grafindo

About these ads
Published in: on November 16, 2007 at 10:01 am  Leave a Comment  

The URI to TrackBack this entry is: http://rabiahal.wordpress.com/2007/11/16/bb/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: